Translate

Selasa, 26 Agustus 2014

(Bab 3) ALLAH SETIA DALAM MEMBERI KITA KEHIDUPAN DI SURGA

3

Allah Setia Dalam Memberi
Kita Kehidupan Di Surga


Kalau kita telah dilahirkan kembali, kita akan memiliki kehidupan di Surga. Itu menjadi milik kita. Bila kelak kita berdiri di hadapan Allah,

Dia akan memberitahu kita tentang berkat dan pahala yang akan kita terima. Atau, Dia juga bisa saja memberitahukan bahwa kita tidak akan mendapatkan satupun berkat dan pahala itu.

Kita telah berpindah dari kematian ke dalam kehidupan. Kita tidak lagi di bawah hukuman, karena di dalam diri kita ada kehidupan dan terang Yesus. Kita tidak akan pernah harus menghadapi kematian rohani. Dahulu kita memang mati, tetapi sekarang kita hidup di dalam Yesus Kristus.

Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini? Yohanes 11:25-26


Bila kehidupan kita di bumi ini telah berakhir, kita sekadar menanggalkan tubuh jasmani ini yang bagaikan pakaian semasa hidup di muka bumi ini. Kemudian, roh kita akan naik ke Surga dan hidup bersama dengan Yesus. Roh itu adalah bagian yang penting. Itulah bagian yang akan hidup untuk selamanya.

Setiap orang akan hidup kekal untuk selamanya, entah dilahirkan kembali atau tidak. Yang perlu ditanyakan kepada kita adalah: Dalam kekekalan itu, dimanakah kita akan hidup? Kalau kita tidak dilahirkan kembali, kita akan dihakimi dan dihukum. Kita tidak akan hidup kekal bersama dengan Allah.

Orang-orang yang telah dilahirkan kembali hanya akan dihakimi sehubungan dengan panggilan Allah atas diri mereka. Sudahkah mereka melaksanakan tuntutan panggilan-Nya dan hidup sesuai dengan panggilan itu. Pahala yang akan kita terima akan sesuai dengan ketaatan kita dalam melaksanakan semua yang telah diperintahkan Allah dalam panggilan-Nya.

Sembilan puluh persen orang menyalahkan orang-orang lain sebagai dalih yang menyebabkannya menjadi tidak taat dan mengabaikan panggilan Tuhan. Bila Kelak kita berdiri di hadapan Tuhan pada hari penghakiman itu. Dia akan menanyakan apa yang telah kita kerjakan. Dia tidak akan bertanya, apa yang dikerjakan oleh sahabat karib kita!

Kita tidak dapat memberitahu Dia bahwa tetangga di sebelah rumah kita yang menamakan dirinya orang Kristen itulah yang bengkok hatinya dan yang menyebabkan kita menjadi tidak taat dan mengabaikan perintah-Nya.

Lebih baik berlindung pada TUHAN daripada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada TUHAN daripada percaya kepada para bangsawan. 
Mazmur 118:8,9

Jangan bersandar-percaya kepada manusia, tetapi kepada Kristus Yesus.
Jangan bersandar-percaya kepada satu orangpun kecuali hanya kepada Tuhan Yesus Kristus saja. Sesudah kita bersandar-percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, berarti kita berada pada jalur yang benar. Tentu, kita dapat mempercayai para hamba Allah untuk menuntun kita secara rohani. Tetapi, yang dimaksudkan disini adalah orang-orang beriman yang hanya menginginkan untuk memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Yesus Kristus.

Orang berkata bahwa keyakinan mereka hanyalah kepada Tuhan, tetapi pada waktu kehilangan pekerjaan, ternyata mereka mengalami gangguan mental yang parah. Anak-anak Allah yang hidup itu jatuh martabatnya menjadi peminta sedekah.

Jikalau Allah terpaksa harus mendatangkan seekor burung merpati untuk memberi makan kita, Dia akan melakukan hal itu. Bila kita benar-benar bersandar-percaya kepada-Nya, bagaimana pun besarnya gelombang dan badai yang melanda, kita akan tetap selamat. Setiap waktu, setiap saat dan dalam keadaan bagaimana pun kita, Dia siap menolong kita.

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:6,7

Allah lebih mengetahui masa depan kita daripada yang telah kita ketahui tentang masa lampau kita yang telah berlalu. Allah tahu apa yang berada di dalam hati kita. Bila kekhawatiran itu kita tinggalkan di kaki Tuhan, berarti kita mempersilakan Dia untuk mengurusnya. Sebagai manusia, tidak mungkin kita dapat mengatasi berbagai persoalan kehidupan ini, kita butuh pertolongan-Nya, kalau tidak ingin stress. Itulah sebabnya kita harus memandang kepada Yesus untuk mendapatkan kekuatan, sukacita, damai sejahtera, dan kesabaran yang akan kita perlukan untuk mengatasi semua permasalahan itu. Dapatkanlah itu dari Yesus Kristus.

Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.

Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan kepada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 2 Korintus 1:8,9

Jangan digoyahkan oleh keadaan yang menghadang kita, yang mencoba untuk mengalahkan kita. Itulah sumber kebanyakan kekecewaan yang terjadi. Dalam Kisah Para Rasul 16, Paulus dan Silas dihajar habis-habisan dan dijebloskan ke dalam penjara karena berani memberitakan Injil. Tetapi, mereka justru mulai memuji-besarkan Allah.

Jangan hanya memikirkan tentang permasalahan yang kita hadapi. Alihkanlah pikiran, pandangan, dan perhatian kita dari semua itu, dan arahkanlah kepada Yesus. Persilakanlah Yesus menyelesaikan persoalan kita. Bukankah kita sendiri sudah tidak mampu untuk menyelesaikannya? Jadi, buat apa mencoba untuk mengotak-atiknya lagi? Datanglah saja kepada Yesus, dan persilakanlah Dia menemukan jalan keluarnya bagi kita.

Tidak peduli apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, kita lebih daripada pemenang melalui Yesus Kristus. Apapun kekecewaan dan pemasalahan yang menghadang perjalanan dalam kehidupan ini, kita akan tetap bersandar-percaya kepada Firman Allah. Kita akan mengalahkan setiap permasalahan melalui Yesus Kristus.

Segala perkara
dapat kutanggung
di dalam Dia
yang memberi kekuatan
kepadaku.
Filipi 4:13

Mulailah mengucapkan Firman Allah atas keadaan yang terjadi dalam kehidupan kita. Mulailah melawan semua itu. Jangan menjadi orang Kristen yang setengah hati. Berdirilah tegak dan bersiaplah untuk maju bertempur dengan memperkatakan Firman Allah.

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercaya.”

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,

Terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Mazmur 91:1-7

Tuhan Kebenaran Kita

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. 2Korintus 5:21

Pada saat kita dilahirkan kembali, hubungan kita dengan Yesus dipulihkan- diselaraskan; dijadikan benar. Begitu juga halnya hubungan kita dengan Roh Kudus dan Allah Bapa. Kita dapat berkata, “Aku seorang anak Allah yang hidup. Aku seorang ahli waris bersama Kristus. Aku telah dibasuh oleh darah Anak Domba.

Hubungan kita dengan Allah adalah sebagai seorang anak- yaitu anak Allah yang hidup. Kita bukan lagi debu tanah yang tak berharga. Allah memandang kita masing-masing begitu berharga dan indah.

Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. Galatia 4: 5-7


Mari dengan bebas kita terjemahkan Galatia 4:5-7 ini

Yesus Kristus diutus kedalam dunia untuk menebus kita, dari segala dosa, yang sebelumnya kita takluk kepada hukum Taurat,(hukum dosa) supaya ketika kita percaya dan menerima-Nya didalam hati, kita pun diterima menjadi anak.
Dan karena kita adalah anak, maka Allah telah (bukan akan, tetapi telah) menyuruh Roh Anak-Nya (Roh Yesus) ke dalam hati kita, yang berseru kepada Allah: “ya Abba, ya Bapa!”
Jadi kita bukan lagi hamba,(hamba dosa) melainkan anak Allah;  jikalau kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli-ahli waris Kerajaan, oleh Allah.


Ada prinsip-prinsip tertentu dalam Firman Tuhan yang pasti terbukti kebenarannya, kalau kita mau menerapkan pelaksanaannya dalam kehidupan kita masing-masing.
Bila kita menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan, kita memerlukan pertolongan Firman Allah yang memang sudah mantap tinggal di dalam diri kita.

Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; Janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Amsal 4:20-23
  
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi kita yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh kita. Jagalah hati dengan tetap bersandar kepada Firman-Nya, karena dari situlah terpancar kehidupan.


Senin, 25 Agustus 2014

(Bab 2) KESETIAAN ALLAH

2

Kesetiaan Allah


Mari kita melihat tentang kesetiaan Allah, karena pada waktu kita mengetahui betapa besar kesetiaan Allah, maka kita akan mulai memberikan tanggapan yang positif dan menjadi setia sebagaimana diri-Nya. Alasan Allah menginginkan agar kita mengetahui tentang kesetiaan-Nya adalah karena seringkali kita tergoda untuk meragukan kesetian-Nya itu. Ketika kita meragukan kesetian Allah, kita menjadi putus asa dan berpikir bimbang, “ Aku tidak tahu apakah aku betul-betul dapat bergantung pada Allah atau Firman-Nya.”

Kesetiaan adalah salah satu sifat-dasar Allah, karena, kalau Allah sampai berlaku tidak setia, berarti Dia tidak  bisa menjadi Allah. Berlaku tidak setia bertentangan dengan sifat-dasar-Nya sendiri.

Sebab itu haruslah kau ketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai beribu-ribu keturunan. Ulangan 7:9

Hal pertama yang menjadi bukti jelas bahwa Allah akan selalu setia adalah dalam hal penaburan dan penuaian.


Kadang-kadang, kita merasa telah menaburkan kasih yang begitu besar kepada seseorang sehingga tidak ada lagi yang bisa kita berikan kepadanya. Dalam hal itu, ternyata kita tidak mendapatkan imbalan tanggapan sebagaimana yang kita perkirakan.

Pada saat yang lain, mungkin juga kita telah menaburkan kebaikan hati. Dalam hal itupun, ternyata kita tidak melihat hasil-tuaiannya.

Mungkin juga kita telah menaburkan benih untuk membuat orang diselamatkan. Mungkin kita telah bersaksi kepada sanak saudara, keluarga dekat, mitra bisnis, orang yang setiap hari berhubungan dengan kita, dan dalam hal itu kita telah menaburkan benih-benih itu.

Alkitab memberitahukan bahwa kalau kita telah menabur maka seorang lain akan menyiraminya, dan Allah sendiri yang akan menumbuhkannya. Jangan putus asa. Kita tidak tahu berapa lama waktu yang diperlukan, tetapi Firman Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia, tanpa mendatangkan hasil. Kalau kita telah menabur, kita pasti akan menuai.

Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam. Kejadian 8:22

Sebagian kita hanya menginginkan Firman Allah terjadi dan digenapi bila itu sesuai dengan selera kita. Kita ingin menabur dan menuai segala sesuatu yang sesuai dengan selera hati kita. Memang, hal menabur dan menuai akan tergenapi dalam kehidupan kita, dalam hal memberi, dalam hal keuangan, dan segala sesuatu yang lain. Tetapi, pada pihak lain, itu juga akan terjadi dalam hal kehidupan
yang berdosa. Hal itu sudah merupakan suatu hukum rohani. Allah memang setia. Dia setia dalam segala Hal.

Sebab barang siapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barang siapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Galatia 6:8

Ada banyak orang yang menyangka bahwa iblis bisa begitu saja datang setiap saat dan melakukan apapun yang diinginkannya terhadap kita. Tetapi, sebenarnya kitalah yang memberinya peluang, kesempatan, dan tempat agar dia bisa melakukan apa yang dikehendakinya terhadap diri kita. Kalau kita berjalan sesuai dengan Firman Allah, dia tidak mempunyai cara untuk bisa memanfaatkan kita.

Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
2Tesalonika 3:3

Allah setia untuk memelihara kita. Dia akan memelihara kita di suatu tempat yang terlindung sehingga iblis tidak dapat datang dan mencelakakan kita. Allah setia. Kemana pun Dia menuntun kita, Dia pasti akan memelihara kita. Jadi, pastikanlah bahwa kita selalu hidup di dalam kehendak-Nya yang sempurna. Izinkanlah Dia menunjukan kepada kita tempat yang telah ditentukan-Nya untuk memelihara kita. Jangan mencoba dan memaksa Allah agar menyesuaikan diri-Nya dengan kemauan kita. Mintalah kepada-Nya agar menuntun kita ke tempat yang telah disediakan-Nya bagi kita.

Allah Setia Dalam Mengampuni Kita

Allah setia dalam mengampuni kita. Sembilan puluh sembilan persen orang undur dari iman karena mereka melarikan diri dari Allah pada saat mereka melakukan suatu kesalahan. Mereka bukanya berlari kepada-Nya. Kita tidak dapat melarikan diri dari Allah. Lebih cepat kita bertobat dan melanjutkan kehidupan rohani bagi Allah, lebih cepat pulalah persekutuan kita dengan Dia dipulihkan. Dengan demikian, Dia akan dapat memberkati kita. Kembalilah kepada-Nya dan hiduplah di dalam terang-Nya. Jangan di dalam kegelapan.

Hidup di dalam Terang
1 Yohanes 1:5,7,9

Dan inilah berita,
yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.

Tetapi jika kita hidup
di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.

Jika kita mengaku dosa kita,
maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Hidup di dalam Kegelapan
1 Yohanes 1:6,8,10

Jika kita katakan,
bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.

Jika kita berkata,
bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

Jika kita berkata,
bahwa kita tidak ada berbuat dosa,
maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. 

Jika kita mengaku dosa kita, kita dapat berjalan dengan hati yang bersih dihadapan-Nya. Dan mempersilakan Dia menjadi Tuhan atas setiap segi kehidupan kita. Bila semua itu kita lakukan maka kita akan berjalan dalam keadaan yang diampuni sepenuhnya, entah kita telah berdosa secara sengaja ataupun tidak. Itulah inti berita kabar baik- itulah Injil Tuhan Yesus Kristus.

Kalau kita hidup bagi Yesus, kita tentu tidak akan mau sengaja berbuat dosa. Sebaliknya, kita justru ingin menyenangkan hati-Nya. Itulah motivasi yang akan membuat kita tetap hidup dalam kebenaran. Tidak akan ada dalam pikiran kita bahwa Allah akan menghukum atau menyiksa kita setiap kali kita berbuat salah.

Allah menghendaki kita hidup benar, karena upah dosa ialah maut, dan bukan upah itu yang dikehendaki Allah agar kita peroleh.

Orang akan mengeluh bila diberi upah kurang daripada yang seharusnya dia terima menurut  anggapan mereka. Tetapi, manusia duniawi yang hidup tanpa Allah harus cukup puas dengan upah dosa itu. Hanya upah itulah yang akan dibayarkan kepada mereka untuk seluruh kehidupan berdosa yang dijalaninya. Upah mereka adalah kematian kekal, bukan kehidupan kekal bersama Allah. Itulah ajaran di dalam Alkitab, dan Allah setia untuk menggenapi Firman-Nya.

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.
Roma 6:23

Allah selalu setia untuk menyelamatkan semua orang yang datang kepada Yesus dan menjadikan Dia Tuhan atas kehidupan mereka.

Allah setia untuk menggenapkan janji-Nya bahwa Injil harus diberitakan kepada semua bangsa di seluruh pelosok Bumi kita ini. Yang dimaksud bukanlah agama atau tradisi, melainkan Injil Yesus Kristus- itulah yang harus didengar oleh setiap orang.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum: barasiapa tidak percaya, ia telah berada di bawa hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi menusia lebih menyukai kegelapapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Yohanes 3:16-19

Kita dapat datang kepada-Nya dalam keadaan kita yang apa adanya, bagaimanapun juga hal itu. Bagi-Nya, masa lalu kita tidak menjadi soal. Begitu juga dengan kekeliruan dan aib kita, kemampuan dan ketidakmampuan kita. Kita tidak perlu menambal sulam sesuatu apapun dalam kehidupan kita sebelum  kita datang kepada-Nya. Jadi, hal itu justru bertentangan dengan yang di perkirakan sebagian orang. Bukankah tanpa Dia kita tidak dapat berbuat sesuatu yang baik?

Datanglah kepada-Nya dengan cara sebagaimana yang dilakukan oleh banyak orang lain. Datanglah dengan mengingat perkataan-Nya sendiri, yaitu bahwa Dia tidak datang untuk orang yang sehat, melainkan untuk orang yang sakit. Siapakah orang yang sakit itu?  Yaitu orang-orang yang tidak memiliki Yesus. Bagi merekalah Yesus datang, yaitu orang-orang yang perlu disembuhkan dan dilepaskan.

Yang menjadi permasalahannya bukanlah apakah kita memang seorang yang baik, bukan apa yang kita pikirkan tentang suatu hal. Bila kelak kita berdiri di hadapan Allah untuk memberikan pertanggungjawaban, yang dipermasalahkan adalah; Apakah yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita? Apakah kita izinkan Yesus memasuki kehidupan kita untuk mengubahkannya, dengan tujuan agar kita dapat hidup bagi Dia? Atau, sebaliknya, kita abaikan Dia? Benarkah kita lebih suka hidup dalam kegelapan dunia ini?

Jikalau Yesus Kristus tidak menjadi yang terutama, maka artinya kita cukup berperilaku manis dan baik, dan itu akan membawa kita masuk ke Surga.

Jikalau memang betul demikian halnya, mengapakah Allah harus mengutus Yesus Kristus turun ke bumi?

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaab Allah. Roma 3:23

Alkitab mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Itulah sebabnya Allah harus mengutus Yesus Kristus turun ke bumi. Dengan perbuatan baik kita sendiri, tidak mungkin kita akan dapat meraih keselamatan. Itu adalah suatu karunia, suatu pemberian.

Perbuatan-perbuatan baik kita hanyalah bagaikan pakaian compang camping yang kotor di hadapan hadirat Allah, jika diperhadapkan dengan keadaan-Nya yang Mahakudus.
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor, kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Yesaya 64:6

Tanpa Yesus kita tidak dapat berdiri di hadapan hadirat Allah. Kemuliaan Allah bersinar menerangi dan menembus Surga. Kemuliaan itu akan membuat kegelapan sirna. Dengan berselubungkan kegelapan kita tidak dapat memasuki Kerajaan Allah. Tetapi, bila kita telah dilahirkan kembali, kita adalah suatu cipta baru.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17

Kita akan bisa menari, menyanyi, dan berbicara kepada Tuhan, karena Dia setia untuk menggenapkan apa yang telah dijanjikan-Nya dalam Firman-Nya dengan jelas. Dan Ia setia untuk melaksanakannya. Kita dapat bersandar-percaya pada kesetiaan-Nya pada hari ini juga, dan kita dapat tahu, bahwa Ia akan melaksanakan segala sesuatu yang telah dijanjikan-Nya. Haleluya.! 



Minggu, 24 Agustus 2014

(Bab 1) MENGENAL KESETIAAN ALLAH

1

Mengenal Kesetiaan Allah


Allah, yang memanggil kamu
kepada persekutuan dengan
Anak-Nya Yesus Kristus,
Tuhan kita, adalah setia.
1 Korintus 1:9

Apakah yang dimaksud dengan “setia”? Setia berarti dapat dipercaya. Allah itu setia. Artinya, Dia adalah Allah yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Dia senantiasa memegang dan menepati janji-Nya. Setiap firman yang diucapkan-Nya pasti digenapi. Karena itu, kita tidak perlu ragu atau kuatir akan penggenapan janji Allah dalam hidup kita. Kita dapat dengan tenang bersandar kepada-Nya dan mempercayai kesetiaan-Nya yang tak pernah berakhir.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Ratapan 3:22-23

Selain itu, Alkitab juga menyatakan bahwa kesetiaan Allah itu sangat besar. Kesetiaan-Nya tak pernah berakhir. Kesetiaan-Nya juga tidak bergantung pada kesetiaan manusia.

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

2 Timotius 2:13

Kesetiaan Allah itu dinyatakan dengan berbagai cara, di antara lain:

Pertama, kesetiaan Allah dinyatakan dengan memelihara janji-Nya. Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya dan selalu menepati setiap perkataan yang diucapkan-Nya. Ulangan 7:9 dengan jelas menyatakan kebenaran ini.

Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.
Kedua, kesetiaan Allah dinyatakan dengan menjaga dan memelihara kita dari segala yang jahat. Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melebihi kekuatan kita. Sebaliknya, Dia akan senantiasa menyertai kita dan memberikan pertolongan kepada kita saat kita mengalami pencobaan atau kesusahan.
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
2Tesalonika 3:3

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1Korintus 10:13

Ketiga, kesetiaan Allah dinyatakan dengan menyelamatkan umat-Nya dari kebinasaan. Dalam Maszmur 98:3 dikatakan:

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Keempat, kesetiaan Allah dinyatakan dengan mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa dan kejahatan. Dia juga menguduskan serta memelihara hidup kita agar hidup kita tak bercacat pada hari kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1Yohanes 1:9

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya
1 Tesalonika 5:23-24

Demikianlah, kesetiaan Allah nyata dalam segala hal yang dikerjakan-Nya. Bila kita sungguh-sungguh mengenal dan menyadari kesetiaan Allah, tentu kita akan dapat menjalani hidup kita dengan tenang.

Kesetiaan Allah akan senantiasa menjadi penghiburan dan kekuatan bagi kita saat pencobaan dan kesusahan datang. Kita dapat bersandar dan mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya, karena kita tahu bahwa Dia tak mungkin mencelakakan atau berlaku curang kepada kita.

Akhirnya, marilah kita membalas kesetiaan Allah itu dengan senantiasa berlaku setia di hadapan-Nya, setia dalam iman, setia dalam ketaatan, setia dalam kasih, dan setia dalam pengharapan kepada-Nya.

Ya TUHAN,
kasih-Mu sampai ke langit,
setia-Mu sampai ke awan.
Mazmur 36:6 

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN


Sudah terlalu lama kita ditipu oleh iblis. Kini, Tubuh Kristus mulai mengerti siapa musuh kita itu, siapa Bapa Surgawi itu, dan siapa diri kita yang ada di dalam Kristus. Kita sudah belajar memahami dan mengenal Allah melalui Firman-Nya. (Baca buku Kunci Kerajaan Allah dan perkatakan Firman-Nya). Sudah tiba saatnya bagi kita untuk mulai mendapatkan kembali hal-hal yang dahulu memang menjadi milik kita.

Firman Allah telah dinyatakan bagi kita,
dan tanggung jawab kita adalah memahaminya. Alkitab bukanlah sebuah buku yang misterius. Sebelum kita dilahirkan kembali, seolah-olah kita membaca sebuah buku yang mustahil untuk dimengerti. Tetapi setelah kita dilahirkan kembali dari air dan Roh, jika kita meluangkan waktu bersama Dia dan berdoa di dalam Roh sementara membaca Alkitab, Allah akan membukakan pengertian pada Firman-Nya.

Kita tidak bisa mengabarkan Injil, kalau kita sendiri tidak mengerti dan memahami Firman Allah. Kita tidak bisa menjadi berkat, kalau kita sendiri tidak diberkati.


Dalam pelayanan rohani, Allah telah menempatkan Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala, dan Guru. Tetapi dalam kenyataannya, Roh Kuduslah yang mengajar Tubuh Kristus melalui orang-orang tersebut. Secara pribadi, Roh Kuduslah yang mengajar setiap anggota Tubuh Kristus.

Pada saat kita mulai merenungkan Firman Allah, kita akan menerima lebih banyak pengertian-pengertian akan Firman-Nya.

Banyak yang mengira bahwa Allah misterius dan tidak mungkin untuk dapat mengerti dan memahami Firman Allah dengan benar.

Beberapa orang telah berkata,”Allah bergerak dengan cara yang misterius dalam mengerjakan tanda ajaib-Nya. Jadi jangan berharap untuk mengerti apa yang sedang terjadi.” Tetapi, Allah telah menyatakan banyak hal kepada kita di dalam Firman-Nya. Kita harus memainkan peranan  kita dan merenungkan Firman itu. Kemudian, Dia akan mengajarkan lebih banyak hal kepada kita

Kita perlu kembali kepada Firman Allah, dan bukan kepada apa yang dipikirkan orang tentang Firman itu.

Hal-hal yang tersembunyi adalah bagi Tuhan, Allah kita: tetapi hal-hal yang dinyatakan adalah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.
Ulangan 29:29

Setiap hal yang tertulis dalam Alkitab adalah milik kita. Firman Allah telah dinyatakan bagi kita, dan kita memiliki Roh Kudus yang dapat mengajar kita. 



Sabtu, 23 Agustus 2014

(eBook) MENGENAL KESETIAAN ALLAH

Di
Dalam
nama Tuhan

Yesus Kristus.

Buku ini
saya persembahkan
kepada  Saudara- saudaraku

yang kekasih,
yang rendah hati
dan yang telah dewasa rohani,
dan yang belum dewasa rohani.
Bukan untuk yang tidak dewasa rohani.

Crent
Regeneration
Ministries
Crenna Tanada
2014

Mengenal Kesetiaan Allah

Apakah yang dimaksud dengan “setia”?
Setia berarti dapat dipercaya. Allah itu setia.
Artinya, Dia adalah Allah yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. 
Dia senantiasa memegang dan menepati janji-Nya. 
Setiap firman yang diucapkan-Nya pasti digenapi.
Karena itu, kita tak perlu ragu atau kuatir akan
penggenapan janji Allah dalam hidup kita.
Kita dapat dengan tenang bersandar kepada-Nya
dan mempercayai kesetiaan-Nya yang tak pernah berakhir.

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu!
Ratapan 3:22-23

Selain itu, Alkitab juga menyatakan
bahwa kesetiaan Allah itu sangat besar.
Kesetiaan-Nya tak pernah berakhir.
Kesetiaan-Nya juga tak bergantung pada
kesetiaan manusia.

jika kita tidak setia, Dia tetap setia,
karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.
2 Timotius 2:13


Daftar Isi

Pendahuluan…………………………………………….
Bab 1. Mengenal Kesetiaan Allah………..……………..
Bab 2. Kesetiaan Allah……………………………….....
·         Allah Setia Dalam Mengampuni Kita
Bab 3. Allah Setia Dalam Memberi Kita Kehidupan di Surga……………………………………………………
·         Tuhan Kebenaran Kita
Bab 4. Denyut Jantung Allah……………………….…..
·         Oleh Injil Kita Diselamatkan
Bab 5. Mengenal Kasih Allah………………………..…
Bab 6. Mengenal Kekudusan Allah…………………….
Bab 7. Mengenal Keadilan Allah…………………...…..
Bab 8. Mengenal Hikmat Allah……………………..….
·         Hikmat Tak Ternilai Harganya
·         Alkitab Dapat Memberi Hikmat
·         Firman Allah adalah Hikmat
·         Hikmat dan Pengetahuan
·         Carilah Hikmat
Bab 9. Hikmat Yang Benar………………………….….
·         Tujuh Tiang Hikmat
Bab 10. Berjalan Dalam Hikmat Allah…………...…….
·         Dalam Segala Hikmat dan Pengertian
Bab 11. Mengenal Malaikat Utusan Allah……………...

Pustaka: Alkitab dan Alkitab Penuntun………….……..